All for Joomla All for Webmasters

Pengolahan Keripik Bahan Baku dan Bumbunya

 

Keripik atau kripik adalah makanan ringan khas yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia, menurut wikipedia Keripik adalah sejenis makanan ringan hasil olahan buah-buahan, sayur-sayuran dan umbi-umbian yang dimasak (baik digoreng maupun dipanggang untuk menghasilkan rasa yang gurih dan renyah, biasanya keripik telah dicampur dengan adonan tepung atau direndam dengan bumbu rempah tertentu. Karena jenisnya yang bermacam-macam maka berbeda pula cara pengolahan keripik, bahan baku dan bumbunya.

Dalam artikel ini kami coba membahas gambaran secara umum tentang tata cara pengolahan keripik.

1. Bahan dasar

a) Keripik umbi

Keripik yang terbuat dari bahan dasar umbi-umbian seperti : singkong, ketela, talas, ubi, dll

b) Keripik sayur

Keripik yang terbuat dari bahan dasar sayur-sayuran seperti : bayam, wortel, lobak, tempe, dll

c) Keripik buah

Keripik yang terbuat dari bahan dasar buah-buahan seperti : Keripik Apel, Keripik Nangka, Keripik Pisang, salak, semangka, dll

2. Cara pengolahan

a) Proses Perajangan

Adalah proses pemotongan atau pengirisan pada bahan utama keripik.

-Untuk bahan baku umbi-umbian, biasanya dirajang/diiris dengan ketebalan sekitar 1-2mm (dalam mempermudah proses dapat menggunakan Alat perajang serbaguna, atau bisa juga menggunakan Mesin Perajang Serbaguna untuk lebih mempercepat proses perajangan).

-Untuk bahan baku berupa buah-buahan lebih dianjurkan menggunakan cara manual dalam proses perajangannya, yaitu menggunakan pisau.

  • Pada buah-buahan yang memiliki kadar air yg tinggi seperti apel, pir,semangka, buah naga dll lebih baik dipotong tebal sekitar 5-10mm.
  • Untuk nangka, salak, rambutan dll, cukup dengan memotong buah menjadi 2 bagian, lalu dibuang bijinya.
  • Sedangkan untuk buah yang memiliki kadar air rendah seperti pisang lebih baik menggunakan Alat Perajang Pisang untuk mendapatkan hasil yang maksimal, atau dapat juga menggunakan Mesin Perajang Pisang untuk hasil yang lebih maksimal dan lebih cepat.

b) Penggorengan (Fryer)

Adalah proses memasak keripik dengan metode menggoreng  menggunakan minyak goreng (bahan baku dapat digoreng dengan/tanpa menggunakan adonan tepung bumbu. Khusus untuk buah dan sayur yang memiliki kadungan air yang tinggi lebih dianjurkan menggunakan Vaccum Frying untukmendapatkan hasil yang lebih maksimal.

c) Pengeringan (Dryer)

Adalah proses memasak dengan metode memanggang bahan baku menggunakan oven, Khusus untuk buah dan sayur yang memiliki kadungan air yang tinggi lebih dianjurkan menggunakan Vaccum Frying untukmendapatkan hasil yang lebih maksimal.

d) Penirisan (Deoil / Dewater)

Adalah proses menghilangkan kadar minyak/air pada keripik yang telah melewati proses penggorengan/ pengeringan, dengan cara mengangin-anginkan keripik. Untuk mendapatkan tekstur keripik yang lebih renyah sangat dianjurkan menggunakan mesin peniris minyak yang biasa disebut Spinner, Deoil/Dewater machine. Proses ini juga menjadi bagian utama dalam pembuatan keripik, karena itu lebih dianjurkan menggunakan mesin dalam pelaksanaannya.

3. Bumbu

Adalah bahan perasa pada keripik yang dicampurkan secara merata pada keripik untuk memberikan rasa yang lebih variatif. Jenis bumbu pada keripik pada umumnya terbagi menjadi :

a) Bumbu serbuk

Adalah bumbu yang berupa serbuk (biasanya tersedia dalam berbagai rasa). Untuk hasil yang lebih merata dalam proses pencampuran bumbu serbuk bisa menggunakan Mixer Bumbu Hexagonal.

b) Bumbu basah

Disebut bumbu basah karena karakter bumbu yang masih mengandung air dan agak lengket hal ini disebabkan proses pencampuran gula yang dicairkan dalam pembuatannya.